Iklan Disini

Komunitas Ojol Berduka, Desak Oknum Brimob yang Lindas Driver Ditangkap dan Diadili


Komunitas Ojol Berduka, Desak Oknum Brimob yang Lindas Driver Ditangkap dan Diadili



JAKARTA- KPK POST– Duka mendalam menyelimuti komunitas ojek online (ojol) di Jakarta setelah insiden tragis yang menewaskan seorang driver ojol dalam aksi unjuk rasa. Peristiwa memilukan ini terjadi ketika sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob melaju dan melindas seorang pengemudi ojol hingga meninggal dunia di lokasi.







Kejadian tersebut sontak memicu kemarahan sekaligus rasa kehilangan dari ribuan driver ojol yang merasa rekannya gugur secara tidak wajar. Mereka mengecam keras tindakan oknum yang mengendarai kendaraan taktis tersebut.

“Kami semua berduka. Ini bukan hanya soal kecelakaan, tapi kelalaian fatal yang merenggut nyawa rekan kami. Oknum Brimob itu harus segera ditangkap dan diadili,” ungkap salah seorang koordinator aksi ojol di Jakarta.

Kapolri Sampaikan Permintaan Maaf

Kapolri telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden rantis Brimob yang melindas driver ojol. Namun, permintaan maaf ini belum cukup meredakan kemarahan para driver ojol. Mereka menuntut adanya proses hukum yang transparan serta hukuman setimpal bagi pelaku.

“Permintaan maaf tidak akan mengembalikan nyawa saudara kami. Kami menuntut keadilan, pelaku harus diadili sesuai hukum yang berlaku,” tegas perwakilan komunitas ojol lainnya.

Desakan Proses Hukum Tegas

Komunitas ojol bersama elemen masyarakat sipil menekankan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf atau sanksi internal. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka dan membawa oknum Brimob yang terlibat ke meja hijau.

Menurut pengamat hukum, peristiwa tersebut dapat dijerat dengan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya pasal tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Ojol Gelar Doa Bersama

Sebagai bentuk solidaritas, ribuan driver ojol di Jakarta menggelar doa bersama untuk mengenang rekan mereka yang gugur. Suasana haru dan duka mewarnai aksi tersebut. Mereka membawa lilin, bunga, dan mengenakan pita hitam sebagai tanda berduka.



“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan ada lagi korban jiwa akibat tindakan sembrono aparat,” ujar salah satu driver ojol yang ikut dalam doa bersama.



Harapan untuk Reformasi Polri

Insiden ini juga memunculkan tuntutan agar Polri, khususnya Korps Brimob, melakukan evaluasi besar-besaran terhadap prosedur pengendalian massa dan penggunaan kendaraan taktis.

Komunitas ojol berharap, kejadian tragis ini menjadi pelajaran penting agar aparat lebih humanis dan profesional dalam menjalankan tugas.


(TiM)

Posting Komentar

0 Komentar